Menuju Demokrasi 2020 Di Harapkan Pilkada Sorsel Melahirkan Budaya Politik yang Baik Dan Santun

Laporan Jurnalis : Hermanus Sagisolo

Kota Sorong pos bernas.com
Menyongsong peserta demokrasi di tahun 2020 mendatang pemerintah dan aktor politik khususnya di kabupaten Sorong Selatan di minta memberikan pendidikan politik yang baik, santun, dan bermartabat.

Beridentitas lengkap “Johanes Eliezer Samsong Wato, S.Sos., MM pria berkelahiran 1983 di Jayapura ini, saat di temui di sala satu caffe di kota Sorong provinsi Papua Barat pada Kamis, (31/10/2019) mengatakan dirinya kini telah ikut berpartisipasi dalam ajang demokrasi (pilkada) pada tahun 2020 mendatang khususnya di kabupaten Sorong Selatan.

Menurunnya ada dua hal mendasar sebagai landasan serta dasar hingga ia ikut mengambil bagian dalam kompetisi bergengsi ini yaitu, sebagai warga negara Indonesia yang memiliki hak yang sama yaitu, memilih dan dipilih, kemudian yang berikut adalah sebagai salah satu anak negeri yang berasal dari kabupaten Sorong Selatan.

Wato juga mengatakan ia bersama timnya telah melaksanakan beberapa tahapan sebagai prosudur bakal calon wakil bupati Sorong Selatan (Wabup) masa bakiti 2020-2025 salah satunya adalah ia telah mendaftarkan diri ke beberapa partai politik di kabupaten Sorong Selatan.

Ia juga mengatakan sesungguhnya dalam mewujudkan kabupaten Sorong Selatan ke arah yang lebih baik membutuhkan dukungan dari semua kalangan terlebih khusus masyarakat Sorong Selatan.

Selain itu mantan ketua Bawaslu mimika ini, menyampaikan baginya usia kabupaten Sorong Selatan ini masih sangat mudah sehingga menurutnya masih layak dan pantas dalam melakukan perbaikan perbaikan, ia juga menyampaikan jika Tuhan berkehendak dan masyarakat Sorong Selatan memberikan kepercayaan kepadanya, ia akan lanjukan apa yang telah dikerjakan oleh pendahulu, tentunya yang baik dan ia kerja yang belum di kerjakan.

Lebih lanjut wato mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan yaitu infrastruktur dasar, kesehatan dan pendidikan baginya ia mempunyai alasan akan tiga hal ini infrastruktur adalah salah satu akses dari kampung ke perkotaan sebagi, akses ekonomi, kesehatan, pendidikan, serta merupakan kebutuhan dasar masyarakat. mangapa harus kesehatan bagi saya anak sehat baru bisa bersekolah, kalau tidak sehat pasti pendidikan pun lumpuh pungkasnya.