Pungli kompensasi ‘ UANG BAU ‘ sebesar Rp.50.000 dilakukan oknum RT di wilayah RW 03 Kelurahan Bantar Gebang

Laporan jurnalis : Imam Wahyudi

Kota Bekasi,Pos Berita Nasional – 05/08/2022
Warga Kelurahan Bantar Gebang pada Bulan Agustus 2022 mendapatkan dana kompensasi ‘UANG BAU’ sampah DKI triwulan ke dua sebesar Rp.450.000 setiap kepala keluarga. Begitu juga dengan warga di lingkungan RW 03 Kelurahan Bantar Gebang, ” sangat berarti sekali ‘ UANG BAU ‘ tersebut bagi saya” ucap seorang warga kepada awak media.

Namun sayang sekali perjuangan Ketua LPM Kelurahan Bantar Gebang, Samsudin Nurseha SH harus di nodai oleh oknum RT yang tidak bertanggung jawab. Pada saat penandatanganan LPJ pencairan dana kompensasi ‘ UANG BAU’ tersebut setiap warga di haruskan menyetorkan uang sebesar Rp.50.000; dengan dalih untuk kepentingan dan keperluan lingkungan di tingkat RT. ” Saya harus menyetorkan uang Rp.50.000 pada saat mau tanda tangan,yang katanya untuk keperluan lingkungan”. ungkap salah seorang warga saat di mintai keterangan oleh awak media kami.
Saat awak media menemui oknum RT tersebut di kediamannya dan meminta klarifikasinya beliau mengatakan” uang yang di kumpulkan dari warga itu kembali lagi ke warga seprti untuk membantu orang sakit , membantu pengurusan jenazah keluarga yang tidak mampu juga”ungkapnya. Tapi saat oknum Ketua RT tersebut  dimintai  konfirmasi kedua melalui telephone beliau  sempat mengancam awak media dengan mengatakan ” saya akan kumpulkan warga kalau begini mah ,biar warga kasih duit buat wartawan” cetus oknum RT tersebut.
Lain yang terjadi lain pula yang di katakan oknum RT itu, nyata nyata bahwa ada pungutan terhadap warga terkait pencairan dana kompensasi ‘ UANG BAU ‘ yang dilakukannya, namun seolah oknum tersebut merasa tak bersalah dan merasa menjadi pahlawan bahkan mengkambing hitamkan awak media yang meminta konfirmasi darinya. Ini sangat merendahkan dan meremehkan  martabat  wartawan di lapangan saat menelusuri suatu penemuan kasus pelanggaran.

Penandatanagan LPJ pencairan ‘ UANG BAU’ tersebut dilakukan di rumah ketua RT sembari menyetorkan uang Rp.50.000. “sebenarnya saya sangat keberatan dengan adanya pungutan itu,tapi apa daya saya?saya takut kalau saya tidak bayar maka untuk pencairan berikutnya saya tidak dapat” cetus salah seorang warga lagi kepada kami. Memang bila dilihat sekilas uang Rp 50.000; itu kecil dan tak seberapa, namun bagi warga uang sebesar itu sangatlah berarti sekali. Apalagi kalau di kalikan dengan jumlah keluarga penerima dana kompensasi tersebut di tiap RT.

Ternyata ‘PUNGLI’ sudah amat membudaya dan sangat berakar di negara ini. Apapun yang namanya ‘BANTUAN DANA’ pasti saja ada cara untuk melakukan PUNGUTAN LIAR dengan dalih kepentingan bersama. Kasihan    tokoh tokoh yang sudah dengan gigih  memperjuangkannya apalagi warga yang menjadi korban. Ternyata bukan hanya Kepala Desa Lambang Sari Kabupaten Bekasi saja yang telah melukai hati warganya tapi di oknum RT di Kelurahan Bantar Gebang pun ada. Apakah nasibnya pun akan sama dengan Kepala Desa Lambang Sari tersebut???.