4 Kapal Motor Nelayan Asal Bangka Tebelah dan Tengelam Dihantam Kapal Gandeng, 12 Selamat 2 Belum Ditemukan

Laporan Baim

BABEL,POSBERNAS – Operasi pencarian terhadap korban kecelakaan laut yang melibatkan empat kapal nelayan yang ditabrak sebuah tongkang di Perairan Pido, Minggu (12/7/2026) dini hari, masih terus berlangsung. Hingga Minggu malam pukul 19.20 WIB, tim SAR telah berhasil menemukan 12 orang korban selamat, sementara dua nelayan lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli S.A.P., M.Si., mengatakan pencarian terus dilakukan secara terpadu bersama berbagai unsur SAR di lokasi kejadian yang berada pada koordinat 0°55.764′ LU dan 106°23.135′ BT.

Dari data yang diterima, dua korban yang hingga kini belum ditemukan merupakan awak KM Jelajah 1, yakni juragan kapal Yudi Kurnia dan Andika.

Sementara itu, 12 korban lainnya telah berhasil ditemukan dan dievakuasi ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) menggunakan KM Rayka Jaya dan KM Lencam 2.

Korban yang telah ditemukan masing-masing Beben Subandi, Supriadi alias Gondrong, Marhumi, Muliana alias Olip, Samsudin, Tomi, Hame, Restu, Acok, Nesri, Didin Mujahidin, dan Berul.

Berdasarkan kronologi kejadian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB saat rombongan nelayan tengah mencari cumi-cumi di Perairan Pido. Saat itu kapal-kapal nelayan berada dalam kondisi berhenti dengan jangkar diturunkan, mesin genset menyala, serta lampu penerangan kapal aktif.

Namun secara tiba-tiba sebuah kapal tongkang datang dari arah yang sangat dekat sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Setelah insiden terjadi, para korban hanya sempat melihat tulisan “A.N” pada tongkang tersebut yang kemudian bergerak menuju arah selatan meninggalkan lokasi kejadian.

Dalam operasi pencarian hari kedua (H+2), Kantor SAR Tanjungpinang telah melakukan berbagai langkah, di antaranya berkoordinasi dengan Kantor SAR Pangkalpinang untuk mengerahkan kapal menuju lokasi, menyebarkan informasi dan broadcast kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar area kejadian, mengoordinasikan pencarian bersama kapal-kapal nelayan, serta bekerja sama dengan unsur TNI dan Polri.

Hingga Minggu malam, fokus operasi SAR masih diarahkan untuk menemukan dua korban yang belum diketahui keberadaannya. Tim gabungan terus menyisir kawasan perairan di sekitar lokasi tabrakan dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan.

Pihak keluarga Korban berharap besar kepada pemerintah dan aparat Penegak Hukum untuk menemukan korban serta Kapal yang menabrak guna dimintai pertanggung jawaban

“Kami sangat berharap penuh kepada bapak-bapak pemerintah maupun aparat penegak hukum mencari dan menemukan kapal gandeng serta perusahaan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.”pinta keluarga korban

Lanjutnya, Empat unit perahu semuanya terbelah dua semuanya tenggelam tidak satupun yang bisa diselamatkan dan tidak diketahui lagi keberadaannya, serta 2 orang lagi yang belum ditemukan.”ucapnya dengan nada  penuh rasa sedih.