Laporan Baim
PANGKALPINANG,POSBERNAS– Warga Kelurahan Masjid Jamik, Kota Pangkalpinang, menyampaikan apresiasi kepada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kepulauan Bangka Belitung yang telah melakukan pengecatan ulang zebra cross di depan Masjid Jamik Pangkalpinang.
Pengecatan ulang tersebut dinilai memberikan dampak positif terhadap keselamatan pengguna jalan, khususnya pejalan kaki yang hendak menyeberang menuju kawasan Masjid Jamik. Selain membuat marka penyeberangan kembali terlihat jelas, langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan pengendara yang melintas di ruas jalan tersebut.
Salah seorang warga Kelurahan Masjid Jamik yang meminta namanya disamarkan sebagai Manca mengucapkan terima kasih atas respons cepat BPJN Kepulauan Bangka Belitung terhadap kondisi zebra cross yang sebelumnya mulai memudar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPJN Kepulauan Bangka Belitung karena sudah mengecat ulang zebra cross di depan Masjid Jamik. Sekarang kondisinya jauh lebih jelas dan tentunya lebih aman bagi masyarakat yang menyeberang jalan,” ujarnya.
Meski demikian, Manca berharap perhatian pemerintah tidak berhenti sampai di situ. Ia meminta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Provinsi Kepulauan Bangka Belitung segera menindaklanjuti persoalan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang hingga kini masih banyak yang padam di sepanjang Jalan Masjid Jamik.
“Harapan kami, setelah zebra cross diperbaiki, lampu penerangan jalan juga segera diperbaiki. Banyak lampu yang masih mati sehingga pada malam hari kondisi jalan cukup gelap dan berpotensi membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar,” katanya.
Menurutnya, keberadaan lampu penerangan jalan sangat penting untuk mendukung keselamatan lalu lintas, mengurangi risiko kecelakaan, serta memberikan rasa aman bagi warga yang beraktivitas pada malam hari.
Sebelumnya, Lurah Masjid Jamik Kota Pangkalpinang, Samsudin, S.Kom., MM, menyebut jumlah lampu penerangan jalan yang padam diperkirakan mencapai sekitar 12 titik.
“Kurang lebih 12 titik, mulai dari simpang empat Ramayana sampai dengan simpang empat Jalan Mentok,” ujar Samsudin, Kamis (2/7/2026), di Pangkalpinang.
Keterangan tersebut sekaligus menguatkan keluhan warga yang sebelumnya menyebut lampu penerangan jalan di ruas utama Kelurahan Masjid Jamik telah lama padam dan belum mendapat penanganan secara menyeluruh.
Sebelumnya, warga yang menggunakan nama samaran “Manca” mengaku mewakili aspirasi masyarakat RT dan RW Kelurahan Masjid Jamik. Ia meminta instansi yang berwenang segera memperbaiki lampu penerangan jalan karena kondisinya telah berlangsung selama bertahun-tahun.
