Proyek Pembangunan Masjid Asrama Haji, DS dan LP Jadi Tersangka

Laporan Baim

PANGKALPINANG – Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung menetapkan 2(dua) orang Tersangka (Tsk) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi(Tipikor) yang merugikan keuangan negara sebesar lima Milyar, pada proyek pembangunan Masjid Asrama Haji Transit, di Kementerian Agama Wilayah Bangka Belitung Tahun Anggaran 2020, hal tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi Kep.Bangka Beltung, Daru Tri Sadono, S.H., M.Hum., melalui keterangan tertulisnya disampaikan oleh Asisten Intelijen, Johnny William Pardede, S.H.,M.H., Jumat (22/07).

“Ditetapkannya kedua Tersangka tersebut masing-masing (DS dan LP), bedasarkan Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung Nomor : Print – 713/L.9 /Fd.1/07/2022 tanggal 13 Juli 2022. Dan Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung Nomor : Print – 714/L.9/Fd.1/ 07/2022 tanggal 13 Juli 2022.,” kata Kasi Penkum Kejati Kepulauan Bangka Belitung (Basuki Raharjo,.SH.MH).

Inisial DS selaku PPK kegiatan Pembangunan Masjid Asrama Haji Transit pada Kementerian Agama Wilayah Bangka Belitung Tahun Anggaran 2020 dengan Total Kerugian Negara lebih kurang Rp 5.000.000. 000.00.

Inisial LP selaku Konsultan Perencana kegiatan Pembangunan Masjid Asrama Haji Transit pada Kementerian Agama Wilayah Bangka Belitung Tahun Anggaran 2020 dengan Total Kerugian Negara lebih kurang Rp 5.000. 000. 000.00.,” ungkapnya.

Terkait tindak lanjut Pengumpulan Data dan Bahan Keterangan Tindak Pidana Korupsi Tunjangan Transfortasi pada Unsur Pimpinan DPRD Provinsi Kepulauaan Bangka Belitung sudah lanjut ke Tahap Penyidikan Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung Nomor : Print – 716/L.9/Fd.1 /07/2022 tanggal Juli 2022.,” pungkasnya.