BB 131 Kampil Timah Dikabarkan Hilang, Tegas Maladi “Tidak Benar” AP TSK

Laporan Jurnalis Baim

Pangkalpinang – Kabar diduga hilangnya Barang Bukti (BB) timah sebanyak 131 kampil berat 6.9 ton Polda Babel melalui Kabid Humasnya Kombes Pol Drs.Maladi tegas dikatannya, itu tidak benar, dan sudah ada ditetapkan Satu Tersangka (TSK).

“Telah ditetapkan satu orang tersangka dalam kasus tindak pidana pengangkutan pasir timah sebanyak 131 (seratus tiga puluh satu) karung tanpa izin yang terjadi pada Rabu (14/12/22) lalu”kata Kabid Humas Polda Babel.

Ditegaskannya Lagi, BB kan sesuai Penyerahan Divpam Pt Timah

1. Tidak benar itu , Sesuai Penyerahan dari Divpam PT Timah, yang benar Jumlah timah 6,9 ton itu adalah hitungan berdasarkan penimbangan PT timah dengan di saksikan sopir sebelum diserahkan ke penyelidik. Dan dalam tanda terima yang di tanda tangani juga oleh pihak PT timah ke penyelidik tertulis jumlah pasir timah 131 kampil dengan berat 6,9 ton.

2. Untuk BB saat ini masih di Polairud, dan akan dititipkan ke Rumah Penitipan Barang Sitaan Negara (Rupbasan),di saksikan oleh Pihak PT Timah dan Tersangka (sopir).

Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan kepada beberapa saksi ditetapkanlah satu orang tersangka oleh Direktorat Polairud Polda Babel, dan sedang dikumpulkan alat bukti untuk tersangka lain.

“Kemarin juga telah dilaksanakan gelar perkara oleh Tim Sidik Dit Polairud bersama Dir Polairud dan Wadir Polairud untuk menetapkan tersangka yaitu Saudara AP,”kata Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Maladi.

AP ditetapkan tersangka karena dipersangkakan melanggar tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 161 Undang- Undang Nomor 03 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 04 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

“Setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan/atau Pemurnian, Pengembangan dan/atau Pemanfaatan, Pengangkutan, Penjualan Mineral dan/atau Batubara yang tidak berasal dari Pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB atau Izin,”terangnya.

Lebih lanjut Maladi mengungkapkan bahwa telah dilakukan juga penyitaan terhadap barang bukti 1 (satu) unit Mobil Truck Merk Mitsubishi berwarna Kuning dengan Nomor Polisi BN 8428 TB berikut STNK serta 131 (seratus tiga puluh satu) karung yang berisi pasir yang diduga mengandung timah sebanyak 6,9 Ton lebih.

“Saat ini barang bukti tersebut sudah dititipkan di RUPBASAN Pangkalpinang yang disaksikan oleh pihak PT. Timah dan tersangka,”ungkap Maladi.

Sebelumnya, telah terjadi penangkapan pasir timah pada Rabu (14/12/22) yang dilakukan oleh PT. Timah di Jalan Raya Jeriji Desa Jeriji Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan.

Usai penangkapan tersebut, PT. Timah menyerahkan tangkapan kepada Subdit Gakkum Dit Polairud Polda Babel.

Berdasarkan keterangan dari pihak Divpam PT Timah, pasir timah tersebut diperoleh dari hasil tambang laut di IUP PT. Timah Perairan Sukadamai Kelurahan Ketapang Kecamatan Toboali.

Pasir timah sebanyak 131 kampil dengan berat kurang lebih 6,9 Ton pasir timah tersebut rencananya dibawa menggunakan mobil truck dengan nopol BN 8428 TB yang akan dibawa ke Pangkalpinang.