Laporan Redaksi Bams
Jakarta.Pos Berita Nasinal – Komisi III DPR memberikan apresiasi tinggi kepada Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, serta Polda Kepulauan Riau atas keberhasilan menggagalkan penyelundupan 2,6 ton sabu cair yang masuk ke Indonesia.
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menyebut pengungkapan tersebut sebagai salah satu operasi pemberantasan narkoba paling monumental yang pernah dilakukan aparat penegak hukum.
“Ini salah satu yang terbaik dalam sejarah,” ujar Habiburokhman, dikutip dari Metro TV, Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurut politikus Partai Gerindra itu, keberhasilan menyita sabu dalam jumlah fantastis tersebut menjadi bukti nyata efektivitas kolaborasi antarlembaga dalam memerangi jaringan narkotika internasional.
Ia menegaskan Komisi III DPR akan terus mendukung dan mengawasi upaya pemberantasan narkoba sebagai bagian dari komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, BNN bersama Bea Cukai dan Polda Kepulauan Riau menggagalkan penyelundupan 2,6 ton sabu cair yang diangkut menggunakan kapal berbendera Tanzania. Kapal tersebut dicegat saat melintas di perairan Tanjung Parit, Bengkalis, Riau.
Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN RI Brigjen Roy Hardi Siahaan menjelaskan, operasi gabungan dilakukan setelah tim menerima informasi intelijen mengenai pergerakan kapal yang diduga membawa narkotika.
“BNN RI kemudian membentuk operasi gabungan BNN RI, Bea Cukai dan Polda Kepri. Kami melakukan intercept 17 Agustus sekitar pukul 18.15 WIB, kemudian kapal tersebut ditarik untuk diperiksa,” kata Roy dalam keterangan resmi, dikutip Antara, Selasa, 18 Agustus 2026.
Pengungkapan ini menjadi salah satu penyitaan narkotika terbesar di Indonesia sekaligus menegaskan pentingnya sinergi aparat dalam memutus jalur penyelundupan narkoba lintas negara.
