Siswa MAN Insan Cendekia Siak asal Bengkalis Sulap Limbah Cangkang Sawit Jadi Filter Anti‑Asap Karhutla

Laporan Jurnalis : Dody Saputra

Riau – Dampak El Niño ekstrem memicu kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, mendorong indeks pencemaran udara mencapai tingkat berbahaya. Kabut asap karhutla melepaskan gas amonia beracun dan meningkatkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di masyarakat. Menanggapi hal ini, tim peneliti muda MAN Insan Cendekia Siak asal Bengkalis Shafiyya Qania Akbar dan Nur Aisyah melakukan penelitian merekayasa Limbah Cangkang Sawit Jadi Filter Anti‑Asap Karhutla.

Tim mengolah cangkang kelapa sawit—limbah melimpah menjadi karbon aktif fungsional ganda melalui proses pirolisis suhu 700 °C dan aktivasi asam, dengan penambahan ekstrak gambir sebagai agen antibakteri. Serangkaian pengujian ilmiah dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Riau, meliputi analisis luas permukaan pori‑pori (BET), morfologi permukaan (SEM), komposisi unsur (EDS), struktur kristal (XRD), dan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Hasil pengujian membuktikan material ini memiliki struktur pori‑mikro luas, daya serap gas amonia tinggi, serta mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus penyebab infeksi sekunder saluran pernapasan yang sering timbul akibat pemakaian masker.

Inovasi ini dirancang sebagai filter untuk katrid masker respirator industri dan masker N99. Selain menjadi solusi pelindung dari bahaya asap karhutla bagi masyarakat, penelitian ini juga memanfaatkan limbah kelapa sawit untuk mendukung ekonomi sirkular sesuai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), sekaligus menjawab tantangan kelangkaan bahan baku karbon aktif global akibat persaingan dengan industri baterai kendaraan listrik dan ekstraksi emas.

Prestasi ini menunjukkan potensi besar siswa‑siswi daerah dalam menciptakan solusi lingkungan berbasis sumber daya lokal untuk mengatasi masalah pencemaran udara akibat karhutla yang kerap melanda wilayah Riau.